Salah Satu Pemutih Yang Aman Yakni Paket Pemutih Wajah & Reverse Aging

Mungkin dalam benak anda akan muncul pertanyaan seperti apa sih pemutih yang baik dan bisa digunakan dengan aman? Pemutih yang baik adalah pemutih yang aman dan efektif, jika memang dinamakan pemutih harus menghasilkan sesuai dengan yang dijanjikan yaitu dapat memutihkan. Kerja pertama pemutih kulit adalah menghancurkan epidermis atau lapisan kulit teratas dari wajah maupun tubuh. Nah salah satu yang aman adalah paket pemutih wajah & reverse aging.

Bahan seperti merkuri, hydroquinone memang terbukti reaktif dan sangat cepat melakukan proses pengangkatan ini. Secara teori, pemutihan kulit bisa saja dilakukan dengan penipisan kulit.Misalnya pemutihan dari luar menggunakan bahan scrubbing dari bengkuang (secara tradisional) atau bahan kimia. Tapi kalau kulit tipis terus-terusan terpapar matahari, akibatnya akan berubah warna jadi merah atau bahkan terbakar. Proses pemutihannya pun, membutuhkan waktu selama beberapa bulan. Pemakaian pemutih yang benar adalah hanya pada kulit yang berubah warna akibat terpapar sinar matahari. Untuk yang ingin berkulit putih, rajin-rajinlah membersihkan kulit dan hindari matahari.

Perlu beberapa cara penanganan yang tepat untuk perawatan kulit agar kulit tampak cerah (putih) dan sehat, salah satunya adalah menggunakan produk kosmetik pemutih. Namun tak semua produk kosmetika pemutih aman bagi konsumennya, ada beberapa bahan kimia yang terkadang masih dipergunakan dalam skin whitening (pemutih kulit) antara lain merkuri (Hg) atau air raksa inorganik. Bahan kimia tersebut dipakai untuk memutihkan kulit wajah. Pengunaan Merkuri sebagai pemutih bahkan tercatat dalam sejarah masyarakat di zaman Mesir Kuno. Masyarakat Mesir Kuno sudah memanfaatkan Merkuri.Pada abad 18 dunia kedokteran memakai merkuri sebagai obat sifilis.

Sebenarnya ada jenis bahan pemutih lainnya yang dapat dipergunakan sebagai pemutih yang jauh lebih aman dari merkuri antara lain AHA (Asam Alfa Hidroksi), AHA yang terdapat dalam kosmetik pemutih dipasaran bebas umumnya berkadar 4 % sedangkan yang dianjurkan oleh dokter lebih besar dari 8%. Selain AHA, adalagi bahan pemutih lainnya yaitu Hidroquinon dan Asam Azaleat atau asam azelik.

Sejumlah inovasi bahan dasar pemutih kini banyak ditemukan sebagai bahan produk kosmetik pemutih kulit yang aman jika digunakan, diantaranya:

1. Asam kojic (kojic acid) – yang berasal dari Jepang, kini telah menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan untuk memutihkan kulit. Tapi apa yang dimaksud dengan asam kojic dan bagaimana menggunakannya dengan tepat?

Asam kojic adalah zat berwarna putih yang menyerupai tepung. Terdiri dari kristal-kristal kecil, diperoleh dari jamur. Penggunaan asam kojic untuk produk perawatan kulit mulai dilakukan sejak tahun 1989. Sebelum dimanfaatkan untuk produk perawatan kecantikan, asam kojic hanyalah hasil sampingan dari proses fermentasi produksi minuman beralkohol sake.

Krim berbahan asam kojic dianggap lebih aman dari hydroquinone, namun tetap ada kemungkinan dapat memicu iritasi pada orang yang memiliki kulit sensitif. Sebelum menggunakannya, Anda dapat melakukan tes terlebih dahulu.

Bagi sebagian orang, krim dengan kandungan asam kojic dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi. Ditandai dengan gejala-gejala seperti, kulit gatal, memerah dan benjolan-benjolan.

Jika Anda mengalami hal tersebut ketika menggunakan produk asam kojic, segera konsultasi pada dokter kulit atau ahli dermatologi. Untuk mengatasi kondisi tersebut, umumnya dokter akan memberikan krim kortikosteroid.

Gunakanlah krim berbahan asam kojik dengan dosis yang sesuai. Jika hasil dari krim asam kojic sudah pada tahap yang diinginkan, Anda dapat mulai mengurangi jumlah pemakaian. Pakailah hanya dua atau tiga kali dalam satu minggu, untuk menjaga tingkat kecerahan kulit.

Perlu diingat bahwa semua produk pemutih kulit, termasuk yang mengandung asam kojic, akan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Sehingga penting memakai tabir surya, dan gunakan juga pelindung wajah, seperti topi atau payung sebelum beraktivitas.

Ketika Anda memutuskan untuk menggunakan produk berbahan asam kojic, perhatikan label yang menunjukkan tujuan dan masa penggunaan, serta bahan-bahan lain yang terkandung. Untuk menghindari risiko, sebaiknya pilih produk yang pada labelnya tertera hypoallergenic, tidak menimbulkan komedo (non-comedogenic), dan tidak beracun (non-photo toxic) pada label.

Jika Anda membeli produk asam kojic sebagai produk perawatan kulit profesional, disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi kepada dokter ahli di sana. Jika Anda menggunakan produk asam kojic yang dibeli secara bebas, segera konsultasikan kepada dokter kulit ketika terjadi efek samping, seperti kulit kemerahan, gatal, dan sebagainya. Jangan sembarangan menggunakan produk pemutih, pilih yang sesuai untuk kulit Anda.

2. Mullberry – Bahan dari pemutih kulit ini di ekstrak dari akar dari tumbuhan Mullberry. Konon mullberry disebut-sebut lebih efektif dari hydroquinone atau asam kojic, pada konsentrasi rendah yang signifikan dan dibutuhkan efek yang sama tingginya dengan hydroquinone dan asam kojic.

3. Alpha Arbutin – Alpha arbutin memiliki efek yang lebih kuat dibandingkan Beta arbutin dan umum ditemukan pada produk pemutih kulit. Alpha arbutin merupakan alternatif yang lebih aman dari hydroquinone.

4. Beta Arbutin (Ekstrak Bearberry) – Beta arbutin (Umumnya diketahui sebagai Arbutin) berasal dari dari daun buah Bearberry, Cranberry dan tumbuhan Blueberry. Beta Arbutin bekerja sama seperti Asam Kojic, yang menghambat produksi tyrosinase dan membatasi pigmen yang diproduksi. Meskipun berasal dari bahan natural, Beta Arbutin dapat menyebabkan iritasi pada beberapa orang yang memiliki kulit sensitif.

5. Glutathione – adalah antioksidan yang sangat kuat, beberapa manfaat untuk kesehatan yaitu meningkatkan imunitas dan pembersihan liver. Efek yang diketahui dari glutathione adalah membantu memutihkan kulit karena ia juga menghambat produksi melanin. Manfaat lainnya adalah, kulit menjadi lebih halus, dan cerah karena glutathione juga menjalankan proses detoksifikasi yaitu membuang racun tubuh. Glutathione sering ditemukan pada produk pemutih kulit, seperti lotion, sabun, krim, dan suplemen.

6. Akar Licorice – Licorice umum digunakan pada produk industri pemutih kulit. Licorice juga bekerja untuk menghambat enzim tyrosinase dan membatasi produksi melanin. Akar Licorice juga mengandung anti radang yang efektif untuk kulit yang terbakar karena panas matahari.

7. Pepaya – Kandungan enzim pepaya, yang ditemukan pada buah pepaya bekerja mengangkat sel kulit mati serta memperbaharui dan mempercerah kulit. Pepaya kuning dan Pepaya hijau memiliki manfaat yang sama, akan tetapi pepaya hijau mengandung enzim yang lebih banyak. Bahan ini banyak ditemukan pada sabun dan krim pemutih kulit.

8. Vitamin A (Retinol) – Asam vitamin A, juga dikenal sebagai Retinol (senyawa berwarna kuning yang sering dijumpai pada sayuran hijau dan minyak hati ikan) atau Tretinoin yang membantu meningkatkan pembaruan sel kulit. Mencerahkan serta menyegarkan kulit.

9. Vitamin B3 (Niacinamide) – Niacinamide juga disebut sebagai nicotinamide atau vitamin B3 yang memliki antioxidant dan anti inflamasi. Efektif memutihkan kulit dan bekerja menghambat produksi melanin pada kulit. Vitamin B3 banyak ditemukan pada beberapa produk pemutih kulit, akan tetapi juga bisa didapatkan dengan membeli kapsul Niacinamide.

10. Vitamin C – Sekitar 10% kandungan konsentrat pada vitamin C bekerja untuk menekan produksi pigmen gelap pada kulit. Magnesium Ascorbyl Phosphate yang merupakan bahan dasar dari vitamin C, yang umum ditemukan pada produk pemutih kulit. Vitamin ini juga dapat melindungi kulit dari sengatan sinar ultra violet.

Bahan pemutih lainnya adalah golongan sitotoksik melanosit seperti asam zaleat, mequinol, dan monobenzene. Asam azaleat dapat digunakan untuk pengobatan melasma saat diaplikasikan pada kadar 15-20%. Bahan ini juga dapat menghambat hiperpigmentasi karena sifatnya yang sitotoksik terhadap melanosit. Asam zaleat tidak menimbulkan reaksi sentivitas sehingga cocok untuk konsumen dengan jerawat dan postinflammatory hiperpigmentasi atau memiliki alergi terhadap hidrokinon.

Selain diatas masih ada bahan pemutih lain yang memilki mekanisme berbeda yaitu niasinamid yang bekerja dengan menghambat pelepasan melanosom. Selain itu, ada senyawa antioksidan yang juga merupakan salah satu bahan anti-hiperpigmentasi karena dapat menghambat sintesis melanin. Vitamin C, vitamin E, dan teh hijau banyak digunakan dalam produk pemutih untuk penghambatan sintesis melanin. Selain dari produk kosmetik, antioksidan dapat diperoleh dari makanan, minuman, atau perawatan kulit yang mengunakan buah atau ekstrak tanaman yang memilki kandungan antioksidan tinggi.

Banyaknya jenis dan mekanisme dari bahan pemutih menuntut konsumen untuk lebih peduli terhadap interaksi bahan pemutih dengan kulit penggunanya. Hal ini karena sensitivitas kulit tiap individu berbeda. Selain itu, adanya bahan berbahaya atau bahan dengan konsentrasi tinggi akan mempengaruhi interaksi bahan dengan kulit yang berujung pada kerusakan kulit.

Sebelum membeli produk pemutih sebaiknya kita sebagai konsumen mengetahui bahan-bahan yang terkandung dalam produk tersebut. Dengan mengetahui efektivitas dan efek samping dari bahan pemutih, minimal kita bisa mencegah kerusakan kulit. Selain itu, jangan mudah percaya dengan iklan produk pemutih yang beredar di media massa dan juga saran yang diberikan oleh pramuniaga di counter kosmetik. Lihat dan cek komposisi yang ada dalam produk pemutih yang kita pergunakan dan cermati reaksi kulit kita. Apabila terjadi iritasi dan kulit cepat putih, segera hentikan pemakaian produk tersebut!! Kesehatan kulit itu nomer satu.

Leave a Comment

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x683 © 2017 - Created by : Konsultan SEO